Berencana Investasi Tanah? Simak Beberapa Tips Berikut Ini!

Investasi di bidang properti saat ini menjadi pilihan banyak kalangan masyarakat untuk berani menanamkan modalnya. Dalam catatan beberapa tahun belakangan, bahwa investasi properti memberikan keuntungan yang terbilang besar, dibandingkan logam mulia, ataupun deposito. Alasan masyarakat berani berinvestasi di bidang properti adalah karena kebutuhan akan tempat tinggal di Indonesia sangatlah tinggi. Tercatat, Indonesia masih membutuhkan tempat tinggal sebanyak 15 juta rumah. Tentu angka ini akan terus meningkat setiap tahunnya bersamaan dengan pertumbuhan penduduk. Selain itu, harga properti juga terus meningkat setiap tahunnya, bahkan tak pernah turun.

Investasi Properti

Adapun investasi properti sendiri terbagi menjadi tiga, yakni investasi tanah, dan apartemen, serta rumah. Ketiga jenis properti tersebut memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Namun disini, saya tidak akan membahas ketiganya, saya akan fokus menginformasikan kepadamu tips berinvestasi tanah. Berikut tips-tips dalam berinvestasi di bidang tanah.

Lokasi Tanah

Tips yang pertama adalah kamu harus menentukan lokasi tanah yang akan dijadikan investasi. Ini merupakan hal terpenting dalam berinvestasi. Disini, kamu dituntut harus benar-benar memahami, mana tanah yang memiliki potensi jual kembali dengan harga tinggi, dan mana yang justru dapat merugikan kamu. Lokasi yang menguntungkan untuk berinvestasi tentunya yang berdekatan sekali dengan berbagai pusat-pusat perbelanjaan, bisnis, maupun industri. Dengan begitu, harga akan mengalami kenaikan yang sangat tajam. Tak hanya di lokasi tersebut saja, melainkan di lokasi yang tengah dalam proses pengembangan oleh para developer juga akan memiliki prospek yang terbilang tinggi. Tanah di lokasi yang sedang berkembang ini biasa disebut dengan tanah setengah matang, yang dimana berarti tanah yang siap untuk dimasak (menguntungkan). Dalam hal ini, kamu juga harus memperhatikan, apakah kawasan tanah nantinya sering dilanda bencana atau tidak. Dan juga lokasinya tak berdekatan dengan sesuatu yang tak membuat nyaman, seperti dekat dengan limbah pembuangan, dan lain sebagianya.

Investasi Tanah

Kondisi Tanah

Selanjutnya kamu harus memperhatikan kondisi tanah, diantaranya kerataan tanah, bentuk, ukuran, hadap, dan kepadatan tanah. Semua hal ini sangatlah penting untuk menjadi bahan pertimbangan kamu. Untuk masalah kerataan dan juga kepadatan tanah, jika tidak rata dan tidak padat, tentu kamu harus mengeluarkan dana lebih untuk memperbaikinya. Sedangkan mengenai bentuk tanah, biasanya para pembeli menginginkan bentuk trapesium, atau pada umumnya berbentuk persegi. Tetapi untuk bentuk persegi panjang, lebar tanah yang diminati masih berkisar 40% hingga 70%.

sertifikat tanah

Negoisasi Serta Kelengkapan Surat Tanah

Ini merupakan hal terakhir yang harus kamu perhatikan dalam berinvestasi tanah. Mengenai harga tanah, nantinya si pembeli akan menawar harga yang sudah kita tentukan. Namun, tentunya kita ingin menjual harga tanah sesuai dengan keinginan kita bukan. Maka dari itu, berikan alasan yang sangat kuat, berupa keunggulan dari tanah kamu. Sedangkan masalah legalitas dan kelengkapan surat tanah, kamu juga harus kamu perhatikan.

Langkah Sederhana Memulai Investasi Di Bidang Properti

Properti merupakan lahan investasi yang menjanjikan di masa depan. Bagaimana tidak, harga properti sejatinya tak pernah turun, justru semakin hari semakin naik secara signifikan. Sehingga, banyak sekali masyarakat yang berani menanamkan modalnya di bidang properti. Namun tak sedikit yang mengurungkan niatnya untuk melakukan investasi properti. Lantaran mereka tak mengetahui secara jelas aturan bagaimana berinvestasi di bidang properti. Bahkan, sebagian masyarakat tidak mengetahui sama sekali.

Investasi Properti

Nah, jika kamu tertarik menjadi investor, dengan berani melakukan investasi di bidang properti. Kamu harus memperhatikan beberapa langkah yang cukup sederhana berikut ini, untuk membantu kamu dalam berinvestasi properti. Berikut penjelasannya.

Kondisi Keuangan

Keuangan

Langkah sederhana yang harus kamu lakukan adalah dengan memeriksa kondisi keuangan yang kamu miliki. Buatlah daftar semua aset yang kamu miliki. Selain itu, kamu juga harus membuat daftar secara terperinci pendapatan dan juga pengeluaran kamu setiap bulannya. Tujuan kamu membuat daftar ini adalah untuk mengetahui berapa besar dana yang dapat kamu investasikan. Kamu tak boleh pantang menyerah atau mundur terlebih dahulu, cuma lantaran menganggap tak memiliki uang yang cukup. Selagi kamu memiliki pekerjaan yang memiliki pendapatan tetap, ditambah lagi kamu masih bisa mendapatkan pinjaman atau kredit dari bank, ini dapat kamu manfaatkan pastinya.

Persetujuan Kredit

Apabila kamu memiliki catatan perbankan yang bagus, hal ini tentu akan memungkinkan. Sebaiknya, kamu berkonsultasikan terlebih dahulu kepada penghubung kredit, sebelum nantinya kamu benar-benar mengajukan aplikasi. Saran, jangan kamu mengajukan aplikasi kredit secara bersamaan, lantaran akan membuat pertimbangan buruk bagi bank.

Tujuan Investasi

Pada umumnya, para investor melakukan investasi untuk mengamankan kondisi keuangan mereka saat nantinya memasuki usia pensiun. Selain itu, ada juga yang tujuannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan setiap bulannya. Terpenting, kamu harus memasang target waktu meraih tujuan mengapa kamu berinvestasi properti. Misalnya saja kamu ingin mendapatkan hasil sebagai pengganti penghasilan setiap bulan di beberapa tahun kedepan. Kamu harus bisa merancang hal apa saja yang harus dilakukan pada tahun pertama, hingga tahun-tahun berikutnya.

Keuangan

Tetap Ikuti Segala Perkembangan Mengenai Informasi Properti

Kunci sukses sebuah investasi adalah dengan mengetahui kondisi pasar. Kamu harus mengetahui kapan harga properti meningkat, begitu pula dengan harga sewa. Tentu hal ini dapat kamu ketahui dengan terus memantau dengan membuka situs properti ataupun majalah, dan koran.

Fokus

Langkah terakhir yakni kamu harus tetap fokus dalam menjalankan bisnis kamu. Ingatlah, bahwa investasi properti diutamakan pengambilan keputusan secara logika, bukan emosi semata. Tak hanya itu, kamu juga jangan mudah terpengaruh akan sebuah kondisi yang kamu sendiri belum mengetahuinya. Sebaiknya juga kamu meminta pertimbangan ataupun berkonsultasi kepada para ahli.